Journey to Lata Tembakah, Terengganu > Episod II


posted by Khairunnisa on ,

3 comments

Bila aku bermain dengan Lensa Kamera





Subhanallah...indah kan? aku dan Ummi Za malas nak main air kat tempat kami makan tu. Oleh sebab peluang ini mungkin hanya datang sekali, aku ambik keputusan untuk jalan2 sekitar hutan dan naik ke peringkat-peringkat bukit untuk melihat air terjun. Lagipun, aku tak nak perjalanan ini menjadi sesuatu yang sia-sia dalam hidup. Aku tetapkan matlamat dari awal lagi. Sepanjang perjalanan ke atas bukit (melalui tangga yg disediakan) memang aku "cuci mata" dengan anak muda sekarang yang mengambil peluang untuk melakukan maksiat walhal hari tu adalah hari Jumaat. Setelah puas berposing dengan pokok hutan kat tingkat 1, shima dan yana ikut sekali perjalanan kami. Sebab nak mengabadikan wajah bersama hutan hihi. Kami berselisih dengan beberapa pasangan. Aku cuma berbalas pandangan dengan Ummi Za. Diam...dan terus berjalan. Aku berdoa supaya Allah membukakan hati mereka. Sampainya kami di tingkat 4 (yang atas sekali). Ada sepasang kekasih tengah menikmati keindahan air terjun sambil duduk di meja batu yang dah disediakan. Melihat kami yang bertudung labuh menuju ke situ, lantas mereka beredar dan turun ke bawah. Hanya antara Malu @ terganggu, apa agaknya ya? ini kan tepat awam. wallahua'lam. Aku dan Umi Za tersenyum. Andai kedatangan kami ke atas tanpa disengajakan itu telah mencegah sesuatu perbuatan yang mungkar, betapa lapangnya dada kami. Alhamdulillah. Ada hikmah perjalanan kami ke situ. Malas nak memanjangkan kalam dan prasangka. Kami pun bergambar sepuasnya diatas. Memotretkan diri dengan ciptaan Allah yang indah.Subhanallah...memang cantik la pemandangan di atas tu. Memang rugi kalau tak tengok. hihi.

Aku melihat ke handset. Eh, ni kan waktu Muslimin solat Jumaat. Kenapa semakin ramai kumpulan lelaki datang untuk mandi air terjun di sini? makin meriah pulak. Ini realiti atau fantasi? hah..korang fikirlah sendiri ek. Aku dan Ummi Za sempat berdiskusi atas batu leper sambil lunch dengan sahabat-sahabat. Apalah nak jadi dengan umat Islam zaman sekarang.

Apa yang aku dan Umi Za tersentuh hati selepas melihat adegan itu ialah, ada seorang pakcik, berbaju Melayu, berkain sarong dan berkopiah. Eh pakcik ni pakai baju cantik siap dah untuk pi solat Jumaat, kenapa masuk hutan ni plak? Rupa-rupanya, pakcik tu mengajak remaja-remaja lelaki pi Solat Jumaat hatta pakcik-pakcik tua pun ada yang tak pi solat Jumaat. Tapi, apa yang aku kesalkan, tak da sorang pun yang hiraukan pakcik tu. Apa yang penting, pakcik tu dah melakukan tugasnya sebagai orang yang menyedarkan orang yang lalai.

Renungkan...

" Demi masa * Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian * Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. " al-Asr

Khairunnisa,
7.00 pm
13 Ogos 08
APIUM
http://qalamhazin.blogspot.com

Journey to Lata Tembakah, Terengganu > Episod I


posted by Khairunnisa on ,

No comments

Musafir hamba musafir lalu... hihi
~almusafirah_khairunnisa~

Jam 8 am

tak lupa berdoa sebelum bertolak. Seluruh hidup mati kami di tangan MU.

sampai di rumah Iklima untuk menyiapkan breakfast & lunch utk dibawa ke hutan.

* bulatan merah * kami makan kat batu yang tinggi dan datar. best sangat macam ikan duyung plak coz makan tengah2 air mengalir hehe


4 petang

ummi za dan aku demam keesokan harinya sebab makan byk durian hihi

sambal tempoyak ala kedah buatan ummi za

before balik,singgah jap beli durian murah hihi


Khairunnisa,
7.00 pm
13 Ogos 08
APIUM
http://qalamhazin.blogspot.com

Kisah 4 L.I.L.I.N


posted by Khairunnisa on

2 comments



Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlahpercakapan mereka


Yang pertama berkata: "Aku adalah Damai." "Namun manusia tak mampu menjagaku:maka lebih baik aku mematikan diriku saja!"


Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.


Yang kedua berkata: "Aku adalah Iman." "Sayangaku tak berguna lagi." "Manusia tak maumengenalku, untuk itulah tak ada gunanya akutetap menyala."


Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.


Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:"Aku adalah Cinta" "Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala." "Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna." "Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya."


Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.


Tanpa terduga...


Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar,dan melihat ketiga Lilin telah padam.Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: "Eh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!"


Lalu ia mengangis tersedu-sedu.


Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
Jangan takut,Janganlah menangis,selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:


" Akulah H A R A P A N "


Dengan mata bersinar, sang anak mengambil LilinHarapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.


Apa yang tidak pernah mati hanyalah H A R A P AN yang ada dalam hati kita....dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN dari-Nya!



Khairunnisa,
5.00 pm
11 Ogos 08
APIUM
http://qalamhazin.blogspot.com

Qalam Hazan ku


posted by Khairunnisa on

1 comment




AIR MATA tak kan mengalir ..

jika HATI tak terluka,

KETAWA ta kan hadir ..

jika HATI tak terhibur,

RINDU tak kan wujud ..

jika HATI tak menyayangi,

SAYANG tak kan berputik ..

jika HATI tak mengasihi.


Manusia...tak puas dengan apa yang telah di kecapi.

Nafsu ingin memiliki lebih dari HAK diri.

Bila di suruh merapati ILAHI....terhantuk,terkejar,terlelap oleh beratnya bahu memikul DUNIAWI. Akhirat umpama fatamorghana pada pandangan hati...

Mata berpinar oleh NUR kemodenan, menenggelamkan yang HAKIKI, kenapa tidak selari dengan apa yang telah Al-Quran tunjuki??

Apa salah memiliki DUNIAWI dan UKHRAWI? kenapa harus memilih satu yang akan busuk bila diberi keduanya yang akan saling menampungi diri?

Bahu terasa berat memikul dakwah, untung ada sahabat yang meringankan. Diri umpama berpaut pada ranting layu yang setiap hari di bajai IMAN dan CINTA Tuhanku..menjadikan rantingku segar dan kembali hijau, berbunga indah...

Lalu suatu malam, sebelum mata terlelap, hati ku merintih pilu, kenapa kosong semacam derita, apa yang aku lupa?

ALLAHU AKBAR,....jangan KAU palingkan CINTA-MU ya ALLAH.. dengan CINTA-MU itu aku menjadi AKU yang sekarang ini...dalam suasana penuh TARBIYYAH.. KAU telah beri sahabat yang saling menasihati..

Kau beri keluarga yang memahami.........dan kudrat yang mampu menyandang DAKWAH .. dan tugas DAKWAH yang telah ENGKAU taklifkan padaku disini...bantulah aku ya ALLAH..

Tangan-tangan yang melambai didalam Syurgawi...

atau...

Tangan-tangan yang hancur hangus dalam Neraka Jahannam..

SUBHANALLAH...ALHAMDULILLAH...ALLAHUAKBAR..


Khairunnisa,
6.30 pm
7 Ogos 08
APIUM
http://qalamhazin.blogspot.com

BELAJAR DARI GAMBAR


posted by Khairunnisa on

No comments


" sekadar pengisian untuk mengubat hati "

"sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama ALLAH.. GEMENTAR HATINYA .. dan apabila dibacakan ayat-ayatNya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakkal " Al-Anfal - 8:2





Khairunnisa,
1.00 pm
30 Julai 08
APIUM
http://qalamhazin.blogspot.com

About

Blog Widget by LinkWithin